admin June 10, 2020
Bahan-Bahan Alam Yang Bisa Membuat Makanan Tahan Lama

Berita Terbaru Makanan Dan Minuman Nyatanya bahan pengawet alami merupakan salah satu alternatif untuk mengawetkan bahan makanan dengan lebih aman. Selain gula dan garam ternyata banyak bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, lebih sehat dan aman, berikut beberapa bahan pengawet alami berikut ini dirangkum Hostcoremedia dari berbagai sumber yaitu :

 

 

Bahan-Bahan Alam Yang Bisa Membuat  Makanan Tahan Lama

 

 

1. Cengkeh
Salah satu pengawet kimia yang sering digunakan adalah asam benzoat. Namun, secara alami asam benzoat ini dapat ditemukan dalam rempah-rempah, salah satunya adalah cengkeh. Asam benzoat dapat mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri. Penelitian Ratna Wedhaningsih (2008) Institut Pertanian Bogor menunjukkan penggunaan 0.3% serbuk cengkeh mampu menyimpan roti manis hingga delapan hari.

 

2. Daun mangga
Daun mangga mengandung senyawa alkaloid, fitosterol, resin, fenol, tanin, flavonoid, saponin dan mangiferin yang dapat digunakan sebagai antimikroba. Mangiferin berperan dalam menghambat replikasi sel. Penelitian Muhammad Aulia Rahman dan kawan-kawan (2017) dalam Jurnal Perikanan dan Kelautan Universitas Padjadjaran menunjukkan bahwa penggunaan 30% konsentrasi ekstrak daun mangga pada penyimpanan suhu rendah mampu menyimpan fillet ikan nila selama 13 hari.

 

3. Bawang putih
Bawang putih mengandung senyawa Allisin yang merupakan senyawa yang paling banyak dikandung bawang putih. Allisin mampu membunuh mikroba dan bakteri, juga dapat berperan sebagai antioksidan dan antikanker. Allisin bekerja dengan mencegah pertumbuhan DNA dan protein sel di dalam bakteri.

Hasil penelitian Sakinah Haryati (2006) Institut Pertanian Bogor menunjukkan perendaman ikan patin dalam sembilan persen larutan bawang putih selama sepuluh menit pada proses pembuatan ikan asin jambal roti dapat menghambat penurunan mutu kimiawi, mikrobiologi dan organoleptik selama dua minggu penyimpanan suhu ruang.

 

4. Daun pandan
Selain terkenal sebagai pewarna dan penambah aroma makanan secara alami, daun pandan juga dapat digunakan sebagai pengawet alami. Daun pandan mengandung saponin, fenol, flavonoid, alkaloid, tanin, polifenol dan saponin yang berperan sebagai antibakteria Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Penelitian Nur Cholifah dan kawan-kawan (2017) penggunaan campuran ekstrak daun pandan dan bawang putih dapat menyimpan tahu 23,3 jam lebih lama atau 49,4% lebih lama dibandingkan dengan yang hanya direndam air mineral.

 

5. Daun jambu biji
Daun jambu juga mengandung minyak atsiri dan flavonoid yang bersifat antimikroba serta mengandung tanin yang merupakan antibakteri. Minyak atsiri dapat menghambat pertumbuhan atau mematikan mikroba dengan mengganggu proses terbentuknya membran dan dinding sel sehingga membran dan dinding sel tidak terbentuk sempurna. Penelitian Dhita Hapsari dan kawan-kawan (2017) dalam Jurnal Perikanan dan Kelautan Universitas Padjadjaran membuktikan bahwa filet ikan patin dapat disimpan hingga sepuluh hari dengan perendaman ekstrak daun jambu biji 20%.

 

6. Belimbing wuluh
Belimbing wuluh terkenal dengan rasa asamnya, kandungan asam inilah yang berfungsi sebagai antimikroba. Antimikroba ini secara langsung dapat mengambat pertumbuhan mikroba dengan mengganggu metabolisme bakteri, suasana yang asam membuat DNA bakteri tidak melakukan metabolisme karena untuk proses tersebut diperlukan suasana yang netral.

Hasil penelitian Yusni dan kawan-kawan (2014) yang terbit dalam Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo menyebutkan bahwa belimbing wuluh berhasil menekan pertumbuhan bakteri yang diamati selama masa simpan ikan teri asin kering, sebelumnya ikan ini telah direndam dalam larutan belimbing wuluh. Pertumbuhan bakteri terendah ada pada perendaman 300 mg/ml dengan masa simpan 30 hari.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya !

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*